1.1
Latar
Belakang
Seiring dengan
perkembangan ilmu teknologi saat ini pemanfaatan pesawat tanpa awak sudah cukup
luas di berbagai kegiatan diantara pemanfaatannya adalah merupakan pemotretan
lokasi bentuk dan keadaan objek pada saat pengambilan, kegiatan foto udara
merupakan sebuah kelebihan dalam bidang kehutanan dengan jangkauan yang luas
efesiensi waktu yang sangat singkat. Foto udara bukan hanya sekedar pengambilan
foto namun bisa juga dibentuk kedalam peta untuk kebutuhan data lokasi dan
tutupan lahan.
Kawasan KPHP Model
Tasik Besar Serkap merupakan kawasan hutan rawa gambut yang memiliki
keanekaragaman hayai yang sangat tinggi dan merupakan habitat bagi berbagai
spesies flora dan fauna yang langka dan dilindungi Undang-undang yang berlaku.
Beberapa kegiatan sudah
dilakukan di dalam kawasan KPHP Model Tasik Besar Serkap seperti inventarisasi
tumbuhan inventarisasi HHBK namun kegiatan ini belum mencapai keberadaan
tutupan lahan hutannya. Oleh karena itu kegiatan foto udara harus dilakukan
demi melihat keberadaan tutupan tajuk hutan yang bisa dilihat dari jarak dekat
dengan menggunakan foto udara.
Kawasan KPHP Model
Tasik Besar Serkap merupakan kawasan hutan rawa gambut terbesar yang tersisa di
Pesisir Timur Pulau Sumatra yang memiliki nilai konservasi tinggi. Kawasan ini
termasuk kedalam DAS Kampar dan Sub DAS sungai Sungai Serkap dan DAS Upih yang
ditetapkan berdasarkan SK Mentri Kehutanan Nomor 509/Menhut-VI/2010 tanggal 21
September 2010 dengan luas wilayah 513.276 Ha. Secara admnistrasi
pengelolaannya terletak di dua Kabupaten Pelelawan dan Kabupaten Siak dengan
rincian Hutan Produksi Terbatas seluas 2.660 Ha, Hutan Produksi Tetap seluas
491.768 Ha dan Hutan Produksi yang dapat dikonservasi seluas 18.848 Ha.
Salah satu kegiatan
yang dilaksanakan oleh KPHP Model Tasik besar Serkap yaitu kegiatan Foto Udara
dengan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk melihat keberaaan kawasan
dan tutupan lahannya demi melindungi keberadaan hutan baik dari perambahan maupun
kebakaran, dengan menggunakan drone ini resiko kecelakaan kerja dan evesiansi
waktu yang sanga signifikan menjadikan kegiatan ini jauh lebih efektif dari
melakukan survei langsung kedalam lokasi dengan waktu yang begitu lama dan
membutuhkan anggota kerja tambahan serta perlengkapan peralatan dan makanan.
1.2.
MAKSUD
DAN TUJUAN
Maksud
Pelaksanaan Kegiatan Foto Udara ini demaksud untuk:
1. Mewujudkan
pelaksanaan pengamanan dan pemotretan wilayah tertentu KPHP Model Tasik Besar
Serkap Blok C
2. Melakukan
pemotretan tutupan tajuk hutan KPHP Model Tasik Besar Serkap Blok C
3. Sebagai
data awal dalam pengembangan dan perlindungan kawasan.
Tujuan
Kegiatan Foto Udara ini adalah :
1. Sebagai
monitor dan pengawasan keberadaan tutupan wilayah tertentu KPHP Model Tasik
Besar Serkap Blok C
2. Sebagai
dokumentasi keberadaan tutupan tajuk wilayah tertentu Blok C KPHP Model Tasik
Besar Serkap.
3. Sebagai
rencana evaluasi dan acuan dalam pemantapan kawasan hutan yang terjaga dan
terlindungi di wilayah KPHP Modl Tasik Besar Serkap.
2.1
Bahan
dan Alat
Bahan
yang digunakan dalam pelaksanaan Kegiatan Foto Udara Wilayah Tertentu KPHP
Model Tasik Besar Serkap Blok C ke Kabupaten Siak ini adalah Peta Kawasan KPHP
Model Tasik Besar Serkap.
Sedangkan
alat yang digunakan adalah Pesawat Tanpa Awak (Drone) Phantom 4, Handpone Note
5, Remot Kontrol, Laptop, Camera, Alat Tulis, Buku Catatan.
2.1
Metoda
Pelaksanaan
Metoda
pelaksanaan kegiatan Foto Udara Wilayah Tertentu KPHP Model Tasik Besar Serkpa
Blok C di Kabupaten Siak ini degnan cara menggunakan Pesawat tanpa awak (drone)
phantom 4
GAMBARAN
UMUM LOKASI
1.1
Kesatuan
pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Tasik Besar Serkap
Kawasan KPHP Model Tasik Besar Serkap secara
geografis terletak pada koordinat 101°55’48’’ BT s/d 103°16’12’’ BT dan
00°10’12’’ LU s/d 00°43’48’’ LU dan merupakan kawasan hutan rawa gambut
terbesar yang tersisa di Pesisir Timur Pulau Sumatera yang memiliki nilai
konservasi tinggi. Kawasan ini termasuk ke dalam DAS Kampar Sub DAS Sungai
Serkap dan DAS Upih yang ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor
509/Menhut-VII/2010 Tanggal 21 September 2010 dengan luas wilayah 513.276 Ha.
Wilayah pengelolaan KPHP Model Tasik Besar Serkap
telah dibebani oleh perizinan, yang terdiri dari 17 IUPHHK-HT dengan luas
337.938 Ha, 4 IUPHHK-RE dengan luas 129.357 Ha dan 2 Izin Hutan Desa dengan
luas 4.000 Ha. Selain itu terdapat wilayah yang belum dibebani oleh perizinan
dan areal ini diperuntukkan sebagai Wilayah Tertentu KPHP Model Tasik Besar Serkap
dengan luas 41.981 Ha. Sebagian areal Wilayah Tertentu tersebut telah
dialokasikan untuk proyek kerjasama RI-Korea dalam skema REDD+ dengan
jangka waktu pelaksanaan selama 3 (tiga) tahun yang dimulai pada Tahun 2013
sampai dengan Tahun 2015.
KPHP Model Tasik Besar Serkap memiliki kawasan
konservasi berupa Suaka Margasatwa (SM) yang dikelola oleh Balai Besar
Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yakni SM. Danau Pulau Besar, SM.Tasik
Belat, SM.Tasik Besar / Tasik Metas dan SM.Tasik Serkap/Tasik Sarang Burung.
Selain itu, pada areal kerja KPHP Model Tasik Besar Serkap juga terdapat izin
penggunaan kawasan hutan berupa izin pinjam pakai kawasan hutan berupa jalan
dari Sungai Rawa ke Teluk Lanus, Kabupaten Siak sepanjang 59.889 meter dengan
lebar 2,6 m. Selanjutnya terdapat juga persetujuan prinsip izin pinjam pakai
kawasan hutan untuk kegiatan operasi produksi sumur minyak dan gas bumi seluas
1,44 Ha an. SKK Migas-BOB Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu.
Wilayah KPHP Model Tasik Besar Serkap terbagi
kedalam 5 kategori blok pemanfaatan, yaitu Blok Pemanfaaatan Hutan Tanaman,
Blok Pemanfaatan Hutan Alam/ Restorasi Ekosistem, Blok Pemberdayaan Masyarakat,
Blok Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Hasil Hutan Bukan Kayu serta Blok Khusus.
1.2
Iklim
Wilayah KPHP Model
Tasik Besar Serkap yang berada pada dua Kabupaten yaitu Siak dan Pelalawan
umumnya beriklim tropis. Berdasarkan pada data dan informasi yang diperoleh
dari Kabupaten Siak Dalam Angka diketahui bahwa Kabupaten siak beriklim tropis,
dengan suhu udara berkisar antara 250 - 320 C.
Rata-rata hari hujan Kabupaten Siak per bulan per tahun adalah 7,41
hari/bulan/tahun. Rata-rata hari hujan tertinggi adalah pada tahun 2011 yaitu
sebesar 17,92 hari /bulan. Sedangkan yang terendah pada tahun 2013 yaitu
sebesar 1,45 hari /bulan. Rata-rata curah hujan Kabupaten Siak per bulan per
tahun adalah 106,53 mm. Rata-rata curah hujan per bulan tertinggi adalah pada
tahun 2011 yaitu sebesar 203,65 mm, sedangkan rata-rata curah hujan per bulan
terendah terdapat pada tahun 2013 yaitu sebesar 35,11 mm.
1.3
Kondisi Topografi dan jenis Tanah
Berdasarkan peta
topografi dan pengamatan langsung di lapangan, keadaan topografi pada sebagian
besar areal KPHP Model Tasik Besar Serkap relatif datar (kemiringan 0 – 8 %)
dengan ketinggian 6 – 20 mdpl. Kondisi lahan hampir 100% meliputi dataran rawa
gambut yang terbentuk dari endapan aluvium muda dan tua yang terdiri dari
endapan pasir, danau, lempung, sisa tumbuhan dan gambut.
Berdasarkan
penggolongan jenis tanah, areal KPHP Model Tasik Besar Serkap didominasi oleh
tanah Organosol/ Gambut dan sebagian kecil berupa tanah Aluvial dan Podsolik.
Tanah Organosol sering disebut tanah gambut yang mengandung banyak bahan
organik tanah sehingga perkembangan tanah dipengaruhi oleh tingkat kematangan, dekomposisi
dan sifat-sifat bahan organik yang bersangkutan. Secara morfologis, tanah ini
dicirikan oleh pembentukan horizon-horizon yang berwarna coklat kelam sampai
hitam, berkadar air tinggi dan bereaksi sangat masam (pH 3-5).
1.4
Potensi Kayu dan Non Kayu
Pada areal pemegang
izin, potensi hasil hutan kayu didominasi oleh jenis – jenis kayu hutan alam
dan hutan tanaman. Jenis kayu hutan alam seperti Meranti, Balam, Suntai, Punak,
Ramin, Kempas, Bintangur, Jangkang, Kelat dan jenis rimba campuran lainnya. Sementara
kayu – kayu hutan tanaman adalah jenis Akasia (Acasia sp), Karet (Hevea
sp, Kayu Putih (Melaleuca sp) dan Ekaliptus (Eucalyptus sp).
Berdasarkan analisa data Permanent Plot Sampling (PSP) PT.RAPP diketahui
pertumbuhan dan riap Akasia Mangium pada jarak tanam 3 x 2 m pada tahun ketiga
adalah 18,7 m3/ha/thn dan pada tahun keenam adalah 30,9 m3/ha/thn. Pertumbuhan
tanaman mencapai puncak pada umur 5 – 6 tahun dengan riap MAI antara 30,7 –
30,9 m3/ha/thn.
Berdasarkan hasil
pengamatan lapangan pada kegiatan inventarisasi sosial, ekonomi dan budaya
masyarakat dan inventarisasi biogeofisik, beberapa hasil hutan bukan kayu yang
terdapat di Desa-Desa sekitar KPHP Model Tasik Besar Serkap dan kawasan
hutannya adalah sebagai berikut:
1.
Damar
2.
Madu Hutan
3.
Sagu
4.
Karet
5.
Walet
6.
Sukun
7.
Tanaman hias
1.5
Potensi Fauna
KPHP Model Tasik
Besar Serkap merupakan wilayah yang memiliki keanekaragaman fauna yang masih
cukup besar. Satwa liar yang ditemui terdiri dari aves, mamalia dan reptilia.
Kondisi habitatnya dapat dibagi menjadi habitat hutan gambut primer, hutan
gambut sekunder, danau, sungai, saluran air (kanal) dan hutan gambut terbuka
(meliputi jalan eksplorasi minyak, semak belukar, bekas tebangan/ kebakaran).
Satwa liar yang masih
bisa ditemui pada areal KPHP Model Tasik Besar Serkap adalah Harimau Sumatera (Panthera
tigris sumatrae), Beruang (Helarctos malayanus), Rangkong (Buceros
rhinoceros), Tapir (Tapirus indicus), Ikan Arwana (Scleropages
formosus), Ungko (Hylobates agilis), Bluwok (Mycteria cinerea),
Punai Besar (Treron capellei), Alap-Alap Jambul (Accipiter
trivirgatus), Enggang Hitam (Anthracoceros malayanus), Elang Laut
Perut Putih (Haliaeetus leucogaster), Elang Bondol (Haliastur indus),
Elang Kecil (Hieraaetus kienerii), Blue-Crowned Hanging Parrot (Loriculus
galgulus), Elang Belalang (Microhierax fringiella), Punggok (Ninox
scutulata), Collared Scops-Owl (Otus lempiji), Alap-Alap Madu
(Pernis ptilorhynchus), Long-Tailed Parakeet (Psittacula
longicauda), Elang Ular (Spilornis cheela) dan Elang Hitam (Spizaetus
cirrhatus).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengambilan
foto udara ini dilaksankan sesuai Surat Perintah Tugas yang diberikan selama 6
hari setiap hari pengambilan hanya bisa dilakukan dikarenakan sulitnya
pengisian daya batrai dan kendala eror signal antara drone dengan remot kontrol
yang menyebabkan kendala pada pengambilan gambar hal ini memerlukan pengambilan
ulang agar mendapatkan hasil yang maksimal. Pengambilan foto udara berdasarkan
dari hasil foto yang ada terdapat beberapa lahan hutan yang sudah berganti
perkebunan sawit.
Dari
hasil kegiatan dilapangan yang telah dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan
dengan menggunakan 2 unit drone dengan 6 kali pengambilan foto uara dengan lusana
sekali pengambilan mencakup lebih kurang 42 Ha luas kawasan yang dapat diambil
dalam 1 kali terbang hal ini disesuaikan dengan kapasitas batrai drone, dalam
satu kali pengambilan terdapat lebih kurang 116 foto yang nantinya akan di
oelah dalam bentuk peta yang akan disesuaikan dengan peta KPHP Model Tasik Besar
Serkap.
Pengambilan
foto udara membutuhkan pengolahan data dengn menggunakan softwear dan pc yang
memiliki spek yang bagus karna besarnya data foto yang tersimpan akan
membutuhkan pc dengan spec yang tinggi jika dilakukan pengolahan dengna spec
yang rendah akan menyulitkan pengolahan data bahkan data tidak bisa diolah.
Pengambilan foto udara
di atur dengan ketinggian 120 meter dengan menggunakan aplikasi dronedeploy dan
luas kawasan mencapai 42 Ha dalam sekali pengambilan, hal ini dilakukan oleh
tim agar pengambilan foto tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi di
perkirakan dengan jarak ketinggina 120 meter mampu mendapatkan hasil yang
maksimal tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, pengambilan ini bisa
saja lebih tinggi atau lebih renda hal ini hanya berpengaruh kepada hasil foto
jika terlalu tinggi pngambilannya maka hasil akan terlihat jauh dan sulit
mendeteksi dan membedakan tumbuhan sawit, akasia, atau hutan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Kegiatan Pelaksanaan Foto Udara
Wilayah Tertentu KPHP Model Tasik Besar Serkap ke Kabupaten Siak ini merupakan
kegiatan baru dalam melakukan pemotretan udara. Adapaun kesimpulan dari
kegiatan ini adalah ditemukannya beberapa kanal yang berada dalam kawasan Blok
C KPHP Model Tasik Besar Serkap dan penemuan adanya lahan sawit yang berada
masuk dalam kawasan Blok C KPHP Model Tasik Besar Serkap. Untuk kerusakan lahan
seperti perambahan dan kebakaran atau bekas kebakaran lahan hutan tidak ada
ditemukan.
5.2 Saran
Adapun saran dalam kegiatan Pengambilan Foto Udara
Wilayah Tertentu Blok C KPHP Model Tasik Besar Serkap ini adalah butuh
penambahan waktu untuk mencapai pemotretan keseluruhan kawasan, perlunya
kegiatan tindak lanjut dalam pemotretan foto udara demi mendapatkan hasil foto
keseluruhan kawasan KPHP Model Tasik Besar Serkap,
hasil ini hanya sebagai gambaran untuk pembaca data keaslian tidak di publikasikan.



