Senin, 06 November 2017

Drone KPHP MOdel Tasik Besar Serkap

1.1              Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan ilmu teknologi saat ini pemanfaatan pesawat tanpa awak sudah cukup luas di berbagai kegiatan diantara pemanfaatannya adalah merupakan pemotretan lokasi bentuk dan keadaan objek pada saat pengambilan, kegiatan foto udara merupakan sebuah kelebihan dalam bidang kehutanan dengan jangkauan yang luas efesiensi waktu yang sangat singkat. Foto udara bukan hanya sekedar pengambilan foto namun bisa juga dibentuk kedalam peta untuk kebutuhan data lokasi dan tutupan lahan.
Kawasan KPHP Model Tasik Besar Serkap merupakan kawasan hutan rawa gambut yang memiliki keanekaragaman hayai yang sangat tinggi dan merupakan habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna yang langka dan dilindungi Undang-undang yang berlaku.
Beberapa kegiatan sudah dilakukan di dalam kawasan KPHP Model Tasik Besar Serkap seperti inventarisasi tumbuhan inventarisasi HHBK namun kegiatan ini belum mencapai keberadaan tutupan lahan hutannya. Oleh karena itu kegiatan foto udara harus dilakukan demi melihat keberadaan tutupan tajuk hutan yang bisa dilihat dari jarak dekat dengan menggunakan foto udara.
Kawasan KPHP Model Tasik Besar Serkap merupakan kawasan hutan rawa gambut terbesar yang tersisa di Pesisir Timur Pulau Sumatra yang memiliki nilai konservasi tinggi. Kawasan ini termasuk kedalam DAS Kampar dan Sub DAS sungai Sungai Serkap dan DAS Upih yang ditetapkan berdasarkan SK Mentri Kehutanan Nomor 509/Menhut-VI/2010 tanggal 21 September 2010 dengan luas wilayah 513.276 Ha. Secara admnistrasi pengelolaannya terletak di dua Kabupaten Pelelawan dan Kabupaten Siak dengan rincian Hutan Produksi Terbatas seluas 2.660 Ha, Hutan Produksi Tetap seluas 491.768 Ha dan Hutan Produksi yang dapat dikonservasi seluas 18.848 Ha.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh KPHP Model Tasik besar Serkap yaitu kegiatan Foto Udara dengan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk melihat keberaaan kawasan dan tutupan lahannya demi melindungi keberadaan hutan baik dari perambahan maupun kebakaran, dengan menggunakan drone ini resiko kecelakaan kerja dan evesiansi waktu yang sanga signifikan menjadikan kegiatan ini jauh lebih efektif dari melakukan survei langsung kedalam lokasi dengan waktu yang begitu lama dan membutuhkan anggota kerja tambahan serta perlengkapan peralatan dan makanan.

1.2.            MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud Pelaksanaan Kegiatan Foto Udara ini demaksud untuk:
1.      Mewujudkan pelaksanaan pengamanan dan pemotretan wilayah tertentu KPHP Model Tasik Besar Serkap Blok C
2.      Melakukan pemotretan tutupan tajuk hutan KPHP Model Tasik Besar Serkap Blok C
3.      Sebagai data awal dalam pengembangan dan perlindungan kawasan.
Tujuan Kegiatan Foto Udara ini  adalah :
1.      Sebagai monitor dan pengawasan keberadaan tutupan wilayah tertentu KPHP Model Tasik Besar Serkap Blok C
2.      Sebagai dokumentasi keberadaan tutupan tajuk wilayah tertentu Blok C KPHP Model Tasik Besar Serkap.

3.      Sebagai rencana evaluasi dan acuan dalam pemantapan kawasan hutan yang terjaga dan terlindungi di wilayah KPHP Modl Tasik Besar Serkap.


2.1              Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam pelaksanaan Kegiatan Foto Udara Wilayah Tertentu KPHP Model Tasik Besar Serkap Blok C ke Kabupaten Siak ini adalah Peta Kawasan KPHP Model Tasik Besar Serkap.
Sedangkan alat yang digunakan adalah Pesawat Tanpa Awak (Drone) Phantom 4, Handpone Note 5, Remot Kontrol, Laptop, Camera, Alat Tulis, Buku Catatan.



2.1              Metoda Pelaksanaan
Metoda pelaksanaan kegiatan Foto Udara Wilayah Tertentu KPHP Model Tasik Besar Serkpa Blok C di Kabupaten Siak ini degnan cara menggunakan Pesawat tanpa awak (drone) phantom 4 



GAMBARAN UMUM LOKASI
1.1            Kesatuan pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Tasik Besar Serkap
Kawasan KPHP Model Tasik Besar Serkap secara geografis terletak pada koordinat 101°55’48’’ BT s/d 103°16’12’’ BT dan 00°10’12’’ LU s/d 00°43’48’’ LU dan merupakan kawasan hutan rawa gambut terbesar yang tersisa di Pesisir Timur Pulau Sumatera yang memiliki nilai konservasi tinggi. Kawasan ini termasuk ke dalam DAS Kampar Sub DAS Sungai Serkap dan DAS Upih yang ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 509/Menhut-VII/2010 Tanggal 21 September 2010 dengan luas wilayah 513.276 Ha.
Wilayah pengelolaan KPHP Model Tasik Besar Serkap telah dibebani oleh perizinan, yang terdiri dari 17 IUPHHK-HT dengan luas 337.938 Ha, 4 IUPHHK-RE dengan luas 129.357 Ha dan 2 Izin Hutan Desa dengan luas 4.000 Ha. Selain itu terdapat wilayah yang belum dibebani oleh perizinan dan areal ini diperuntukkan sebagai Wilayah Tertentu KPHP Model Tasik Besar Serkap dengan luas 41.981 Ha. Sebagian areal Wilayah Tertentu tersebut telah dialokasikan untuk proyek kerjasama RI-Korea dalam skema REDD+ dengan jangka waktu pelaksanaan selama 3 (tiga) tahun yang dimulai pada Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2015.
KPHP Model Tasik Besar Serkap memiliki kawasan konservasi berupa Suaka Margasatwa (SM) yang dikelola oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yakni SM. Danau Pulau Besar, SM.Tasik Belat, SM.Tasik Besar / Tasik Metas dan SM.Tasik Serkap/Tasik Sarang Burung. Selain itu, pada areal kerja KPHP Model Tasik Besar Serkap juga terdapat izin penggunaan kawasan hutan berupa izin pinjam pakai kawasan hutan berupa jalan dari Sungai Rawa ke Teluk Lanus, Kabupaten Siak sepanjang 59.889 meter dengan lebar 2,6 m. Selanjutnya terdapat juga persetujuan prinsip izin pinjam pakai kawasan hutan untuk kegiatan operasi produksi sumur minyak dan gas bumi seluas 1,44 Ha an. SKK Migas-BOB Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu.
Wilayah KPHP Model Tasik Besar Serkap terbagi kedalam 5 kategori blok pemanfaatan, yaitu Blok Pemanfaaatan Hutan Tanaman, Blok Pemanfaatan Hutan Alam/ Restorasi Ekosistem, Blok Pemberdayaan Masyarakat, Blok Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Hasil Hutan Bukan Kayu serta Blok Khusus.

1.2               Iklim
Wilayah KPHP Model Tasik Besar Serkap yang berada pada dua Kabupaten yaitu Siak dan Pelalawan umumnya beriklim tropis. Berdasarkan pada data dan informasi yang diperoleh dari Kabupaten Siak Dalam Angka diketahui bahwa Kabupaten siak beriklim tropis, dengan suhu udara berkisar antara 250 - 320 C. Rata-rata hari hujan Kabupaten Siak per bulan per tahun adalah 7,41 hari/bulan/tahun. Rata-rata hari hujan tertinggi adalah pada tahun 2011 yaitu sebesar 17,92 hari /bulan. Sedangkan yang terendah pada tahun 2013 yaitu sebesar 1,45 hari /bulan. Rata-rata curah hujan Kabupaten Siak per bulan per tahun adalah 106,53 mm. Rata-rata curah hujan per bulan tertinggi adalah pada tahun 2011 yaitu sebesar 203,65 mm, sedangkan rata-rata curah hujan per bulan terendah terdapat pada tahun 2013 yaitu sebesar 35,11 mm.

1.3               Kondisi Topografi dan jenis Tanah
Berdasarkan peta topografi dan pengamatan langsung di lapangan, keadaan topografi pada sebagian besar areal KPHP Model Tasik Besar Serkap relatif datar (kemiringan 0 – 8 %) dengan ketinggian 6 – 20 mdpl. Kondisi lahan hampir 100% meliputi dataran rawa gambut yang terbentuk dari endapan aluvium muda dan tua yang terdiri dari endapan pasir, danau, lempung, sisa tumbuhan dan gambut.
Berdasarkan penggolongan jenis tanah, areal KPHP Model Tasik Besar Serkap didominasi oleh tanah Organosol/ Gambut dan sebagian kecil berupa tanah Aluvial dan Podsolik. Tanah Organosol sering disebut tanah gambut yang mengandung banyak bahan organik tanah sehingga perkembangan tanah dipengaruhi oleh tingkat kematangan, dekomposisi dan sifat-sifat bahan organik yang bersangkutan. Secara morfologis, tanah ini dicirikan oleh pembentukan horizon-horizon yang berwarna coklat kelam sampai hitam, berkadar air tinggi dan bereaksi sangat masam (pH 3-5).

1.4               Potensi Kayu dan Non Kayu
Pada areal pemegang izin, potensi hasil hutan kayu didominasi oleh jenis – jenis kayu hutan alam dan hutan tanaman. Jenis kayu hutan alam seperti Meranti, Balam, Suntai, Punak, Ramin, Kempas, Bintangur, Jangkang, Kelat dan jenis rimba campuran lainnya. Sementara kayu – kayu hutan tanaman adalah jenis Akasia (Acasia sp), Karet (Hevea sp, Kayu Putih (Melaleuca sp) dan Ekaliptus (Eucalyptus sp). Berdasarkan analisa data Permanent Plot Sampling (PSP) PT.RAPP diketahui pertumbuhan dan riap Akasia Mangium pada jarak tanam 3 x 2 m pada tahun ketiga adalah 18,7 m3/ha/thn dan pada tahun keenam adalah 30,9 m3/ha/thn. Pertumbuhan tanaman mencapai puncak pada umur 5 – 6 tahun dengan riap MAI antara 30,7 – 30,9 m3/ha/thn.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan pada kegiatan inventarisasi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat dan inventarisasi biogeofisik, beberapa hasil hutan bukan kayu yang terdapat di Desa-Desa sekitar KPHP Model Tasik Besar Serkap dan kawasan hutannya adalah sebagai berikut:
1.      Damar
2.      Madu Hutan
3.      Sagu
4.      Karet
5.      Walet
6.      Sukun
7.      Tanaman hias

1.5               Potensi Fauna
KPHP Model Tasik Besar Serkap merupakan wilayah yang memiliki keanekaragaman fauna yang masih cukup besar. Satwa liar yang ditemui terdiri dari aves, mamalia dan reptilia. Kondisi habitatnya dapat dibagi menjadi habitat hutan gambut primer, hutan gambut sekunder, danau, sungai, saluran air (kanal) dan hutan gambut terbuka (meliputi jalan eksplorasi minyak, semak belukar, bekas tebangan/ kebakaran).
Satwa liar yang masih bisa ditemui pada areal KPHP Model Tasik Besar Serkap adalah Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Beruang (Helarctos malayanus), Rangkong (Buceros rhinoceros), Tapir (Tapirus indicus), Ikan Arwana (Scleropages formosus), Ungko (Hylobates agilis), Bluwok (Mycteria cinerea), Punai Besar (Treron capellei), Alap-Alap Jambul (Accipiter trivirgatus), Enggang Hitam (Anthracoceros malayanus), Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus leucogaster), Elang Bondol (Haliastur indus), Elang Kecil (Hieraaetus kienerii), Blue-Crowned Hanging Parrot (Loriculus galgulus), Elang Belalang (Microhierax fringiella), Punggok (Ninox scutulata), Collared Scops-Owl (Otus lempiji), Alap-Alap Madu (Pernis ptilorhynchus), Long-Tailed Parakeet (Psittacula longicauda), Elang Ular (Spilornis cheela) dan Elang Hitam (Spizaetus cirrhatus).

 HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengambilan foto udara ini dilaksankan sesuai Surat Perintah Tugas yang diberikan selama 6 hari setiap hari pengambilan hanya bisa dilakukan dikarenakan sulitnya pengisian daya batrai dan kendala eror signal antara drone dengan remot kontrol yang menyebabkan kendala pada pengambilan gambar hal ini memerlukan pengambilan ulang agar mendapatkan hasil yang maksimal. Pengambilan foto udara berdasarkan dari hasil foto yang ada terdapat beberapa lahan hutan yang sudah berganti perkebunan sawit.
Dari hasil kegiatan dilapangan yang telah dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan dengan menggunakan 2 unit drone dengan 6 kali pengambilan foto uara dengan lusana sekali pengambilan mencakup lebih kurang 42 Ha luas kawasan yang dapat diambil dalam 1 kali terbang hal ini disesuaikan dengan kapasitas batrai drone, dalam satu kali pengambilan terdapat lebih kurang 116 foto yang nantinya akan di oelah dalam bentuk peta yang akan disesuaikan dengan peta KPHP Model Tasik Besar Serkap.
Pengambilan foto udara membutuhkan pengolahan data dengn menggunakan softwear dan pc yang memiliki spek yang bagus karna besarnya data foto yang tersimpan akan membutuhkan pc dengan spec yang tinggi jika dilakukan pengolahan dengna spec yang rendah akan menyulitkan pengolahan data bahkan data tidak bisa diolah.
Pengambilan foto udara di atur dengan ketinggian 120 meter dengan menggunakan aplikasi dronedeploy dan luas kawasan mencapai 42 Ha dalam sekali pengambilan, hal ini dilakukan oleh tim agar pengambilan foto tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi di perkirakan dengan jarak ketinggina 120 meter mampu mendapatkan hasil yang maksimal tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, pengambilan ini bisa saja lebih tinggi atau lebih renda hal ini hanya berpengaruh kepada hasil foto jika terlalu tinggi pngambilannya maka hasil akan terlihat jauh dan sulit mendeteksi dan membedakan tumbuhan sawit, akasia, atau hutan.


BAB V
 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1    Kesimpulan
            Kegiatan Pelaksanaan Foto Udara Wilayah Tertentu KPHP Model Tasik Besar Serkap ke Kabupaten Siak ini merupakan kegiatan baru dalam melakukan pemotretan udara. Adapaun kesimpulan dari kegiatan ini adalah ditemukannya beberapa kanal yang berada dalam kawasan Blok C KPHP Model Tasik Besar Serkap dan penemuan adanya lahan sawit yang berada masuk dalam kawasan Blok C KPHP Model Tasik Besar Serkap. Untuk kerusakan lahan seperti perambahan dan kebakaran atau bekas kebakaran lahan hutan tidak ada ditemukan.

5.2    Saran
            Adapun saran dalam kegiatan Pengambilan Foto Udara Wilayah Tertentu Blok C KPHP Model Tasik Besar Serkap ini adalah butuh penambahan waktu untuk mencapai pemotretan keseluruhan kawasan, perlunya kegiatan tindak lanjut dalam pemotretan foto udara demi mendapatkan hasil foto keseluruhan kawasan KPHP Model Tasik Besar Serkap,







hasil ini hanya sebagai gambaran untuk pembaca data keaslian tidak di publikasikan. 

1 komentar: